Dalam beberapa kasus, seorang wanita yang sedang mengandung mengalami keguguran tanpa menyadarinya. Sangat banyak kasus keguguran terjadi dalam dua bulan pertama kehamilan, bahkan sebelum wanita tersebut menyadari bahwa dirinya sedang mengandung. Keguguran pada tahap-tahap awal kehamilan lebih sering terjadi dari yang kita duga.
Hal ini yang kemudian yang dalam beberapa kasus dianggap sebagai tertundanya kehamilan. Bisa dikatakan bahwa lebih dari 50% kehamilan mengalami keguguran.
Gejala-gejala keguguran mencakup pendarahan vagina, kram perut, dan rasa pegal dipunggung seperti yang biasa ketika menstruasi. Muntah berlebihan juga bisa merupakan tanda-tanda awal keguguran. Hampir tidak ada yang bisa anda lakukan untuk menghentikan keguguran. Namun, anda harus segera mendapatkan saran medis untuk mencegah infeksi dan komplikasi.
Menyelidiki keguguran
Keguguran bisa menjadi pengalaman yang sangat traumatis. Bagi beberapa wanita, keguguran bisa sama beratnya seperti kehilangan keluarga dekat, bahkan ketika keguguran terjadi pada tahap awal kehamilan. Namun sebenarnya, keguguran pada tahap kehamilan adalah peristiwa yang biasa terjadi. Keguguran bukana berarti ada masalah dalam diri anda, atau anda akan mengalami keguguran lagi pada kehamilan berikutnya. Sebagian besar wanita berhasil menjalani kehamilan normal setelah mengalami satu kali keguguran. Karena itu bisa dipastikan bahwa anda tidak harus menjalani pemeriksaaan medis setelah mengalami satu atau dua kali keguguran.
Beberapa tes biasanya dilakukan apabila seorang wanita berulang kali mengalami keguguran, yaitu tiga kali atau lebih tanpa diselingi dengan kehamilan normal. Setelah mengalami tiga kali keguguran, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis. Pemeriksaan khusus perlu dilakukan jika anda mengalami keguguran setelah minggu ke 14
Dokter anda mungkin akan merekomendasikan seoarang dokter spesialis ginekologin apabila anda mengalami keguguran berulang kali.beberapa pasangan mungkin akan disarankan untuk berkonsultasi denga konsultan genetik. Konsultasi genetik akan membantu menentukan tingkat resiko kehamilan berikutnya, serta langkah-langkah untuk menghadapinya.
Penyebab keguguran
Menentukan penyebab keguguran merupakan masalah yang sulit atau mungkin tidak terpecahkan. Beberapa penyebab keguguran pada tahap awal kehamilan yang banyak dikenal, antara lain:
-Adanya ketidak normalan serius pada janin. Tiga dari lima kasus keguguran dianggap terjadi karena adanya ketidak normalan pada janin.
-Calon ibu terinfeksi terinfeksi oleh rubela, listerosis, atau klamidia selama kehamilan
-Sel telur yang telah dibuahi tidak berhasil menempel pada dinding rahim
-Calon ibu memiliki kadar progesteron yang rendah, yaitu hormon yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehamilan.
Keguguran biasa terjadi pada wanita usia muda atau wanita berusia 35 tahun. Banyak orang beranggapan bahwa kecelakaan kecil atau rasa tertekan bisa menyebabkan terjadinya keguguran, tapi hingga saat ini tidak ada bukti-bukti medis yang mendukung pendapat ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar