agar kehamilan dapat terjadi, sistem reproduksi pria dan wanita harus dalam keadaaan baik dan sehat.pasangan suami istri harus berhubungan seks pada saat yang tepat dalam siklus menstruasi si wanita, dan tubuh wanita harus mampu menghasilkan rangkaian hormon kompleks sehingga kehamilan bisa terus berjalan.
pada saat lelaki mengalami ejakulasi ketika berhubungan seksual, jutaan sperma dilepaskan kedalm vagina wanita. sperma-sperma tersebut bergerak naik dalam vagina menuju rahim melalui serviks. pergerakan ini didorong oleh kekuatan ejakulasi dan oleh gerakan ekor-ekor kecil sperma yang terlihat seperti ikan-ikan kecil yang sedang berenang. dari rahim, sperma-sperma tersebut bergerak memasuki saluar fallopi. proses ini bagaikan perlombaan, karena hanya ada satu sperma dari sekian juta yang bisa memasuki sel telur. sperma lainnya akan gugur sebelum mencapai tujuan.
apabial hubungan seksual terjadi tanpa alat kontrasepsi, beberapa sperma mungkin akan berhasil membuahi sel telur yang sudah menunggu. sel telur yang sudah dibuahi tersebut kemudian akan bergerak menuju rahim wanita, dan menempel diri didinding rahim. disinilah sel telurtadi akan berkembang, mula-mula menjadi embrio, kemudian janin, dan akhirnya menjadi seorang bayi.
sisitwm reproduksi wanita
sistem reproduksi wanita terletak dalam pinggulnya yang terdiri dari ovarium, saluran fallopi, rahim atau uterus, servik, vagina dan vulva.
bayi perempuan terlahir dengan sekitar 2-3 juta sel telur didalam ovariumnya. ovarium bisa dikatakn dalam keadaan 'tidur' selam masih kanak-kanak dan akan mulai berfungsi setelah pubertas dan menstruasi mulai terjadi. sejak itulah,wanita subur melepaskan sebuah sel telur rata-rata setiap empat minggu. jadwal bulanan ini disebut dengan siklus ovulasi atau menstruasi. sekitar 400-500 sel telur dilepaskan oleh seorang wanita selama masa suburnya. sebelum akhirnya ovulasi berhenti pada saat monopause, yang biasanya terjadi di usia empat puluh atau lima puluh tahun.
apabila seorang wanita mengalami menstruasi, tetapi tidak memproduksi sel telur karena alasan tertentu, kehamilan tidak akan mungkin terjadi. namun, banyak wanita yang bisa hamil meskipun tidak pernah mengalami menstruasi tapi peluang hamilnya lebih kecil dibandingkan wanita subur.
sistem reproduksi pria
sisitem reproduksi pria terdiri dari penis, testis, dan beberapa saluran yang menghubungkan kedua organ tersebut yang mengalirka sperma. sperma diproduksi dalam testis yang terdapat didalam kantung skortum. lelaki tidak akan memproduksi sperma sebelum masa pubertas.
ribuan saluarn mikroskopik dalam testis terhubung ke dua buah saluran, yang dikenal saluaran-saluaran eferen. saluran tersebut menuju kesatu saluran,yaitu saluran epidedimis. epidedimis adalah bagian dari perjalanan yang harus ditempuh sperma sebelum keluar dari tubuh seseorang lelaki. panjang nya kurang lebih 12 meter, dan garis tengahnya lebih kecil dari seutas benang yang paling halus.
perjalanan sperma
pria, tidak seperti wanita, secara fisiologis dipersiapkan untuk bereproduksi secara terus-menerus.serangkaian kontraksi otot dalam dinding saluaran epidedimis akan mendorong sperma-sperma tersebut melaju melaluinya. selama perjalanan itu, sperma-sperma tadi mengalami modifikasi sedemikian rupa sehingga mampu melakukan pembuahan. selain itu, sperma tersebut juga memperoleh kemampuan untuk bergerak yang secara medis dikenal dengan sebutan motalitas selama berada dalam saluran epidedimis. setelah itu, sperma akan melalui saluran bernama va deferens, yang membuat sperma tersebut bergerak sangat cepat memasuki uretra, menuju kepenis, uretra adalah saluran keluarnya urin dari dalam tubuh. selam rangsangan seksual dan ejakulasi terjadi, bukaan antara uretra dan kandung kemih menutup, dan air mani yang sperma melaluinya dengan kecepatan tinggi.
adu cepat mencapai sel telur
hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur. ketika pria mengalami ejakulasi saat berhubungan seks, sekitar 100-300 juta sperma disemprotkan kedalam vaginadengan kecepatan 45 km per jam.
setiap sperma unik secara genentik, artinya tidak ada dua sperma yang mengandung rangkaian gen yang sama persis. jutaan sperma individual tersebut kini harus saling adu cepat untuk membuahi sel telur.
perjalanan menuju sel telur adalah perjalanan yang berbahaya bagi sperma. inilah mengapa sperma diproduksi dalam jumlah sangat banyak. untuk berhasil membuahi sel telur, sperma harus bertahan dalam lingkungan vagina wanita dan servik. keasaman lingkungan didalam vagina dan servikmelindungi wanita dari bakteri dan serangan infeksi yang berbahaya, tapi lingkungan ini juga berbahaya bagi sperma. sperma yang lemah dan rusak tidak akan berhasil mencapai tujuan.
selain itu kekuatan gravitasi membuat jutaan sperma gugur dan keluar dari vagian wanita, hanya 5% saja yang akan berhasil mencapai servik. dari 5% tersebut, hanya sekitar 200 sperma yang bisa masuk kedalam tuba fallopi. sperma yang berhasil masuk saluran tersebut berarti telah menempuh perjalanan yang sangat jauh.
hanya sedikit sperma super yang bisa meneruskan perjalanan hingga bagian luar sel telur, dan hanya satu yang berhasil menembus permukaan sel telur, meninggalkan ekornya diluar. inilah yang diseut dengan pembuahan, pada saat itu juga permukaan sel telur akan menjadi tak tertembus oleh sperma lainnya
proses pembuahan bisa berlangsung hingga 24 jam. setelah serangakain perubahan kompeks, yaitu 7 hari setelah pembuahan sel telur tadi tertanam didalam uterus atau rahim pada saat inilah kehamilan terjadi.
sperma bisa bertahan selama 48 jam dala tubuh wanita. akibatnya pembuahan masih mungkin terjadi.
Senin, 31 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar